PERHITUNGAN ANGKA KREDIT GURU MATA PELAJARAN, GURU KELAS DAN GURU BIMBINGAN


CARA PERHITUNGAN ANGKA KREDIT GURU
Contoh 1 :
Perhitungan angka kredit guru mata pelajaran/ Guru kelas
Hadi Suhadi, S. Ag adalah Guru Agama dengan jabatan Guru Pertama Pangkat dan Golongan Ruang Peñata Muda III/ a, TMT 1 April 2012.
Mengajar 24 jam tatap muka dan telah mengikuti PK guru padadesember 2012 dengan nilai 50. Maka untuk menghitung angka kredit yang diperoleh Hadi Suhadi, S. Ag pada tahun tersebut digunakan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Konversi hasil PK guru ke Skala 0 – 100 nilai
Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 dengan menggunakan rumus :
     
Nilai PKG ( Skala 100 )          =     x 100
                                                      =     x 100
                                                      =   89
b.      Berdasarkanperaturan Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 ditetapkan nilai PKG dengan skala 0 – 100.
Nilai 89 ternyata berada dalam rentang 76 – 90 dalam skala tersebut dengan sebutan baik ( 100 % ).
c.       Angka kredit pertahun yang diperoleh Hadi Suhardi, S. Ag untuk Sub Unsur pembelajaran pada tahun 2012 ( dalam periode 1 tahun ) adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                            =  {   }
                                                      =   10, 5

Ingat !!  : 
Untuk menetapkan  AKK, AKPKB, dan AKP Wajib atau yang dipersyaratkan lihat pasal 16 dan 17 PERMENPAN dan RB No. 16 Tahun 2009

d.      Angka Kredit yang diperoleh Hadi Suhardi, S. Ag sebanyak 10,5 pertahun. Apabila Hadi Suhardi, S. Ag memperoleh nilai kinerja tetap “  baik  ” selama 4 tahun, maka angka kredit untuk unsure  pembelajaran yang dikumpulkan adalah : 10,5 x 4  =  42
e.       Apabila Hadi Suhardi, S. Ag  melaksanakan kegiatan PKB dan memperoleh nilai 3 angka kredit dari pengembangan diridan 5 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka, Hadi Suhardi, S. Ag memperoleh angka kredit komulatif sebesar :
42 + 3 + 5 = 50.


Kesimpulan  :
Karena an
gka kredit yang dipersyaratkan untuk nilai pangkat/ jabatan adalah 50
( Guru Pertama ) Pangkat Penata Muda, Golongan Ruang III/ a ke Guru Muda Pangkat Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/ b.
Jadi Hadi Suhardi, S. Ag dapat naik pangkat/ jabatan tepat dalam 4 tahun.

Contoh  2:
Perhatikan angka kredit Guru Bimbingan dan Konseling
Rahayu, S.Pd adalah Guru Bimbingan dan Konseling pada SMP Negeri 1 Waikabubakdengan jabatan Guru Muda Pangkat Penata, golongan ruang III/ c TMT a1 April 2013 sebagai guru BK, Rahayu, S.Pd membimbing siswa 150 dan telah mengikuti program pengenmbangan diri dengan angka kredit 3 serta menghasilkan publikasi ilmiah dan / karya inovatif dengan angka kredit 6. Rahayu juga telah memperoleh angka kredit 10 untuk unsur penunjang. Pada Desember 2013 yang bersangkutan dinilai kinerjanya dan memperoleh hasil nilai PK Guru adalah 63.
Maka untuk menghtug angka kredit yang diperoleh Rahayu, S.Pd dalam satu tahun sebagai berikut :
1.      Konversi hasil PK Guru ke skala 0 – 100 nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dengan menggunakan formula yang sama dengan contoh 1 (ingat karena PK Guru pembimbing, BK/ konselor Nilai PKG tertiginya adalah 68 ), maka dengan formula tersebut diatas diperoleh nilai PKG (100) = 63/68 x 100 = 92.64
2.      Berdasarkan Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tetapkan range nilai PKG dalam skala 0 – 100. Nilai 92.64 ternyata berada dalam rentang 91 – 100 dalam skala tersebut dan disebut “ amat baik ” (125%)
3.      Tentukan angka kredit per tahun yang diperoleh Rahayu, S.Pd dengan menggunakan rumus, maka angka kredit yang diperoleh Rahayu, S.Pd untuk sub unsur pembimbing pada tahun 2013 (dalam periode 1 tahun) adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                            =     
                                                      =   25,31
4.      Angka kredit yag diperoleh Rahayu, S.Pd sebanyak 25,31 per tahun. Apabila Rahayu, S.Pd memperoleh kinerja tetap “amat baik”, selama 4 tahun, maka angka kredit untuk unsur pembelajaran yang dikumpulkan adalah = 25,31 x 4 = 101,2
5.      Karena Rahayu, S.Pd telah melaksanakan kegatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan memperoleh 3 angka kredit dari pengembangan diri, 6 angka kredit dari publikasi ilmia dan inovasi dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang, maka sdr. Rahayu, S.Pd memperoleh angka kredit komulatif sebesar = 101,2 + 3 + 6 + 10 = 120,2

Kesimpulan :
Karena angka kredit yang dipersyaratkan untuk naik pangkat/ jabatan adalah 100 (Guru Muda pangkat Penata , golongan ruang III/c ke Guru Muda pangkat Penata I, golongan ruang III/d). Jadi Rahayu, S.Pd dapat naik pangkat/ jabatan dalam 4 tahun.

Contoh 3 :
Penilaian kinerja tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/ madrasah yang mengurangi jam mengajar tatap muka

Contoh 3 a :
Penghitungan Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah
            Untuk kepala sekolah/ madrasah, dimensi/ aspek kompetensi yang dinilai adalah : (i) kepribadian dan sosial : (ii) kepemimpinan pembelajaran: (iii) pengembangan sekolah/ adrasah : (iv) manajemen sumber daya : (v) kewirausahaan : dan (vi) supervisi pembelajaran. Paket penilaian kinerja kepala sekolah/ madrasah (IPKKS/M). Instrumen tersebut terdiri dari 6 (enam) aspek/ dimensi penilaian menggunakan skala penilai 1 sampai dengan 4, dengan rentang skor antara 6 sampai 24 berasal dari (1 x 6 kompetensi = 6 s.d.  4 x 6 kompetensi = 24).
Oleh karena itu, untuk konversi skor menggunakan rumus :

NKKS/ M       =  

Keterangan  :
·         NKKS/ M adalahNilai Kerja Kepala Sekolah/ Madrasah
·         NIPKKS/ Madalah Nilai Instrumen Penilai Kinerja Kepala Sekolah/ Madrasah
·         24 skor maksimum hasil PK Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah

Misalnya :
Ahmad Sumarna, S.Pd. Jabatan Guru Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/ a TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Fisika, diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 48 dan sebagai kepala sekolah mendapat skor 18 pada Desember 2014

Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut.


Ø  Perhitungan angka kredit tugas pembelajaran :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas pembelajaran Ahmad Sumarna, S.Pd ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 48/ 56 x 100 = 85,7
2)      Nilai kinerja guru untuk unsur pembelajaran/ pembimbingan, kemudian dikateorikan ke dalam Amat Baik (125 %). Baik (100 %), Cukup (75 %), Sedang (50 %), atau Kurang (25 %) sebagaimana diatur dalam Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 (lihat tabel konfersi diatas). Nilai PK Guru pembelajaran 85,7 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik” (100 %).
3)      Angka kredit per tahun unsur pembelajaran yang diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd. adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                                     =     
                                                                  =   119/4 = 29, 75

Ø  Perhitungan angka kredit tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, Ahmad Sumarna, S.Pd. ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 18/24 x 100 = 75
2)      Nilai kinerja Ahmad Sumarna, S.Pd. untuk unsur tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, kemudian dikategorikan kedalam Amat Baik (125 %). Baik (100 %), Cukup (75 %), Sedang (50 %), atau Kurang (25 %) sebagaimana diatur dalam Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 (lihat tabel konfersi diatas) Nilai PK Guru tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah 75 masuk dalam rentang 61 – 75 dengan kategori “Cukup” (75 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah yang diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd. adalah :

Angka satu tahun              =  
                                            =     
                                                      =   22, 31
4)      Total angka kredit yang diperoleh  Ahmad Sumarna, S.Pd. untuk tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah adalah = 25 % (29,75) + 75 % (22,31) = 7,44 + 16,73 = 24,17
5)      Jika selam 4 athun terus menerus Ahmad Sumarna, S.Pd. mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah  adalah : 4 x 24,17 = 96,68
6)      Apabila Ahmad Sumarna, S.Pd. melaksanakn kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 12 angka kredit dari publikasi ilmiah dan 15 angka kredit dari kegiatan penunjang. Ahmad Sumarna, S.Pd.memperoleh angka kredit kumulatif sebesar = 96,68 + 4 + 12 +  15 = 127,68,


Kesimpulan :
Maka yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat dari golongan ruang IV/ a ke golongan ruang IV/ b dengan jabatan Guru Madya dalam waktu 4 tahun, karena belum mencapai persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009).

Contoh 3 b :
Penghitungan Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah/ Madrasah
            Guru yang mempunyai tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah/Madrasah penilaian kerjanya dinilai dengan instrumen yang memiliki komponen penilaian (i) Kepribadian dan sosial: (ii) Kepemimpinan: (iii) Pengembangan Sekolah/ Madrasa: (iv) Kewirausahaan: dan (v) Bidang Tugas masing-masing ( Akademik, Kesiswaan, Humas atau sara dan Prasarana). Secara umum seorang wakil kepala sekolah / madrasah mempunyai penilaian kinerja dengan asumsi skor maksimal 4 untuk masin-masing komponen. Jadi seorang wakil kepala sekolah / madrasah mempunyai gabungan nilai kinerja secara umum dan sesuai dengan bidang tugas nilai tertinggi hasil kinerja wakil kepala sekolah/ madrasah adalah : 16 skor maksimal nilai kinerja secara umum + 4 skor maksimal nilai kinerja bidang Tugas = 20

Misalkan
Dra. Roesmiyati, jabatan guru muda pangkat golongan ruang III/ d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Fisika, 12 jam tatp muka per minggu. Dra. Roesmiyati selain mengajar juga diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah. Pada penilaian kinerja Dra. Roesmiyati pada Desember 2014 memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 49 dan sebagai wakil kepala sekolah mendapat nilai 18
           
Ø  Perhitungan angka kredit tugas pembelajaran :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas pembelajaran Dra. Roesmiyati. ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 49/ 56 x 100 = 87,5
2)      Nilai kinerja Dra. Roesmiyati. untuk unsur pembelajaran, kemudian dikategorikan kedalam Amat Baik (125 %). Baik (100 %), Cukup (75 %), Sedang (50 %), atau Kurang (25 %) sebagaimana diatur dalam Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 (lihat tabel konfersi diatas) Nilai PK Guru pembelajar 87,5  masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik” (100 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur pembelajaran  yang diperoleh Dra. Roesmiyati. adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                                     =     
                                                                  =   78/4 = 19,5

Ø  Perhitungan angka kredit tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, Dra. Roesmiyati. ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 18/20 x 100 = 90
2)      Nilai kinerja Dra. Roesmiyati. untuk unsur tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, kemudian dikategorikan kedalam Amat Baik (125 %). Baik (100 %), Cukup (75 %), Sedang (50 %), atau Kurang (25 %) sebagaimana diatur dalam Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 (lihat tabel konfersi diatas) Nilai PK Guru tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah 90 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik” (100 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah yang diperoleh Dra. Roesmiyati. adalah :

Angka satu tahun              =  
                                            =     
                                                      =   19,5
4)      Total angka kredit yang diperoleh  Dra. Roesmiyati. untuk tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah adalah = 50 % (19,5) + 50 % (19,5) = 9,75 + 9,75 = 19,5
5)      Jika selam 4 athun terus menerus Dra. Roesmiyati. mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Dra. Roesmiyati. sebagai Wakil Kepala Sekolah  adalah : 4 x 19,5 = 78
6)      Apabila Dra. Roesmiyati. melaksanakn kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi ilmiah dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang. Maka Dra. Roesmiyati. memperoleh angka kredit kumulatif sebesar = 78 + 4 + 8 +  10 = 100

Kesimpulan :
Maka yang bersangkutan dapat naik pangkat dari golongan ruang III/ d ke golongan ruang IV/ a dengan jabatan Guru Madya dalam waktu 4 tahun, karena telah mencukupi persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009). tersebut

Contoh 3 c :
Penghitungan Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah
Ø  Perhitungan skor kinerja guru yang diberi tugas sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasa terdiri atas 6 (enam) dimensi kinerja dengan 10 (sepuluh) jenis kegiatan yang bersumber dari Standar Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasa (Permendiknas Nomor 25 tahun 2008). Berdasarkan indikator-indikator yang dinilai pada jenis kegiatan, penilai memberikan skor dengan rentang 1 sampai 4. Skor maksimal hasil PK Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasa adalah 40 (10 jenis kegiatan kali 4)
Ø  Konversi skor hasil PK Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah menggunakan rumus :

Angka satu tahun  =  
Keterangan  :
·         NKKS/ M adalahNilai Kerja Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah
·         NIPKKS/ Madalah Nilai Instrumen Penilai Kinerja Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah
·         40 skor maksimum hasil PK Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah

Misalnya :
Dra. Nina Jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang III/ d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah/ Madrasah. Yang bersangkutan mengajar 12 jam per minggu dan memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 48 dan sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah mendapat skor 30 pada Desember 2014

Maka Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Ø  Perhitungan angka kredit tugas pembelajaran :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas pembelajaran Dra. Nina ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 48/ 56 x 100 = 85,71
2)      Nilai kinerja Dra. Nina untuk unsur pembelajaran, 85,71 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik” (100 %).
3)      Angka kredit per tahun unsur pembelajaran yang diperoleh Dra. Nina adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                                     =     
                                                                  =   19,5

Ø  Perhitungan angka kredit tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan, Dra. Nina ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 30/40 x 100 = 75
2)      Nilai kinerja Dra. Nina untuk unsur tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan, = 75 masuk dalam rentang 61 – 75 dengan kategori “Cukup” (75 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan yang diperoleh Dra. Nina adalah :

Angka satu tahun              =  
                                            =     
                                                      =   14,62
4)      Total angka kredit yang diperoleh  Dra. Nina untuk tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan adalah = 50 % (19,5) + 50 % (14,62) = 9,75 + 7,31 = 17,06
5)      Jika selam 4 athun terus menerus Dra. Nina mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Dra. Nina sebagai Kepala Perpustakaan  adalah : 4 x 17,06 = 68,25
6)      Apabila Dra. Nina melaksanakn kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi ilmiah dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang. Dra. Nina  memperoleh angka kredit kumulatif sebesar = 68,25 + 4 + 8 +10  = 90,25

Kesimpulan :
Maka yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat dari golongan ruang III/ d  ke golongan ruang IV/ a dengan jabatan Guru Madya, karena belum memenuhi persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009) tersebut.

Contoh 3 d :
Penghitungan Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Ketua Program Keahlian Sekolah/ Madrasah
Ø  Konversi skor penilaian kinerja Ketua Progam Keahlian Sekolah/ Madrasah menggunakan rumus sebagai berikut:

Angka satu tahun  =  
Keterangan  :
·         NKKS/ M adalahNilai Kerja Ketua Progam Keahlian Sekolah/ Madrasah
·         NIPKKS/ Madalah Nilai Instrumen Penilai Kinerja Ketua Progam Keahlian Sekolah/ Madrasah
·         32 skor maksimum hasil PK Guru yang diberi tugas tambahan Ketua Progam Keahlian Sekolah/ Madrasah

Misalnya :
Drs. Rahmat memiliki jabatan Guru Muda pangkat golongan ruang III/ d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, diberi tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian Sekolah/ Madrasah. Yang bersangkutan mengajar 12 jam per minggu dan memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 46 dan sebagai Ketua Progam Keahlian Sekolah mendapat nilai 28 pada Desember 2014

Maka Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut.

Ø  Perhitungan angka kredit tugas pembelajaran :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas pembelajaran Drs. Rahmat  ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 46/ 56 x 100 = 82,14
2)      Nilai kinerja Drs. Rahmat untuk unsur pembelajaran, 82,14 masuk dalam rentang 76 – 90 kategori “Baik” (100 %).
3)      Angka kredit per tahun unsur pembelajaran yang diperoleh Drs. Rahmat adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                                     =    
                                                                  =   19,5


Ø  Perhitungan angka kredit tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian:
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian, Drs. Rahmat  ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 28/32 x 100 = 87,5
2)      Nilai kinerja Drs. Rahmat untuk unsur tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian, = 87,5 masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik” (75 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian yang diperoleh Drs.Rahmat adalah :

Angka satu tahun              =  
                                            =     
                                                      =   19,5
4)      Total angka kredit yang diperoleh  Drs. Rahmat untuk tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Progam Keahlian adalah = 50 % (19,5) + 50 % (14,62) = 9,75 + 9,75 = 19,5
5)      Jika selam 4 athun terus menerus Drs. Rahmat  mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Drs. Rahmat sebagai Ketua Progam Keahlian adalah : 4 x 19,5 = 78
6)      Apabila Drs. Rahmat  melaksanakn kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi ilmiah dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang. Drs. Rahmat  memperoleh angka kredit kumulatif sebesar = 78 + 4 + 8 +10  = 100

Kesimpulan :
Maka yang bersangkutan pada 4 tahun mendatang dapat naik pangkat dari golongan ruang III/ d  ke golongan ruang IV/ a dengan jabatan Guru Madya, karena telah mencukupi  persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009) tersebut.

Contoh 3 e :
Penghitungan Angka Kredit Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ Madrasah
Ø  Aspek kinerja yang dinilai dengantugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ Madrasah adalah (i) Kepribadian: (ii) Sosial: (iii) Pengorganisasian: (iv) Pengelolaan Program dan Administrasi (v) Pengelolaan  pemantauan dan evaluasi (vi) Pengembangan dan inovasi dan (vii) Lingkungan dan K3. Skor maksimum PK Guru yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel sekolah/
Ø  Konversi skor penilaian kinerja sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ madrasah menggunakan rumus :
Angka satu tahun  =  
Keterangan  :
·         NKKL/BS/ M adalahNilai Kerja Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ Madrasah
·         NIPKKS/ M adalah Nilai Instrumen Penilai Kinerja Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ Madrasah
·         28 skor maksimum hasil PK Guru yang diberi tugas tambahansebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel Sekolah/ Madrasah

Misalkan
Drs. Eko, yang memiliki jabatan guru muda pangkat golongan ruang III/ d TMT 1 April 2014 mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, 12 jam tatp muka per minggu. Drs. Eko selain mengajar juga diberi tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel. Pada penilaian kinerja Drs. Eko pada Desember 2014 memperoleh hasil penilaian kinerja sebagai guru adalah 45 dan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel mendapat nilai 19
           
Ø  Perhitungan angka kredit tugas pembelajaran :
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas pembelajaran Drs. Eko ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 45/ 56 x 100 = 80,35
2)      Nilai kinerja Drs. Eko untuk unsur pembelajaran = 80,  masuk dalam rentang 76 – 90 dengan kategori “Baik” (100 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur pembelajaran  yang diperoleh Dra. Roesmiyati. adalah :

Angka Kerdit Per tahun          =  
                                                     =     
                                                                  =   78/4 = 19,5

Ø  Perhitungan angka kredit tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel:
1)      Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel, Drs. Eko ke skala nilai Peraturan Mentri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah : 19/28 x 100 = 67,85
2)      Nilai kinerja Drs. Eko untuk unsur tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel, = 67,85 masuk dalam rentang 61 – 75 dengan kategori “Cukup”(75 %)
3)      Angka kredit per tahun unsur tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel yang diperoleh Drs. Eko adalah :
Angka kredit satu tahun   =  
                                            =     
                                                      =   14,62
4)      Total angka kredit yang diperoleh  Drs. Eko untuk tahun 2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel adalah = 50 % (19,5) + 50 % (14,62) = 9,75 7,31 = 17,06
5)      Jika selam 4 athun terus menerus Drs. Eko mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Drs. Eko sebagai Kepala Laboratorium/ Bengkel  adalah : 4 x 17,06 = 68,24
6)      Apabila Drs. Eko melaksanakn kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh 4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri, 8 angka kredit dari publikasi ilmiah dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang. Maka Drs. Eko memperoleh angka kredit kumulatif sebesar = 68,24 + 4 + 8 +  10 =  90,24

Kesimpulan :
Maka yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat dari golongan ruang III/ d ke golongan ruang IV/ a dengan jabatan Guru Madya dalam waktu 4 tahun, karena belum memenuhi  persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsionalnya (Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009). Tersebut


Contoh 4 :
Penilaian  Tugas Tambahan Lain Yang Relevan Dengan Fungsi  Sekolah/ Madrasah Tetapi Tidak Mengurangi Jam Mengajar Tatap Muka

Angka kredit untuk tugas tambahan bagi guru dengan tugas tambahan yang tidak mengurangi jam mengajar tatap muka, tidak disertakan dalam perhitungan konfersi nilai PKG, tetapi langsung diperhitungkan sebagai perolehan angka kredit guru pada periode tahun tertentu. Angka kredit akhir yang diperoleh diperhitungkan dengan formula sebagai berikut :
1.      Tugas yang dijabat selama 1 (satu) tahun (misal : wali kelas, tim kurikulum, pembingbing, guru pemula dan sejenisnya )
Angka kredit akhir per tahun yang diperoleh =  Angka Kredit Hasil PK Guru selama setahun + 5% Angka Kredit Hasil PK Guru selama setahun
2.      Tugas yang dijabat selama kurang dari 1 (satu) tahun atau tugas-tugas temporer (misalnya: menjadi pengawas penilai dan evaluasi, membimbing siswa dalam kegiatan ektra kurikuler, menjadi pembimbing penyusun publikasi ilmiah dan karya inovatif dan sejenisnya).
Angka kredit per tahun yang diperoleh =  Angka Kredit Hasil PK Guru selama setahun + 2% Angka Kredit Hasil PK Guru selama setahun kali banyaknya tugas temporer selama setahun

Contoh 4 a :
Guru yang mendapatkan Tugas Tambahan menjadi Wali Kelas (tugas tambahan lain yang tidak mengurangi jam mengajar dan dalam waktu minimum satu tahun)
Budiman, S.Pd pada contoh satu diberikan tugas sebagai wali kelas selam setahun yang tidak mengurangi jam mengajarnya. Karena Budiman, S.Pd, pada perhitungan contoh 1 sudah mendapatkan angka kredit dari tugas pembelajarannya sebesar 10,5 per tahun : maka angka kredit Budiman, S.Pd
 Per tahun yang diperoleh = Anka Kredit Hasil PK Guru selama setahun + 5% angka Kredit Hasil PK Guru  selama setahun = 10,5 + 10,5 x 5/100 = 10,5 + 0,52 = 11,02

Contoh 4 b :
Guru yang mendapatkan tugas tambahan temporer (tugas tambahan lain yang tidak mengurangi jam mengajar dan dalam jangka waktu kuarang dari satu tahun)
Misalkan Budiman, S.Pd pada contoh 1 (halaman 1) diberikan tugas temporer (kurang dari setahun) yang tidak mengurangi jam mengajarnya sebanyak 2 kali sebagai pengawas penilaian
Dari evaluasi selama setahun
Karena Budiman, S.Pd pada perhitungan contoh 1 sudah mendapatkan angka kredit dari tugas pembelajarannya sebesar 10,5 per tahun, maka angka kredit yang dapat dikumpulkan oleh Budiman, S.Pd  selama setahun = Anka Kredit hasil PKG selama setahun + (2% angka kredit hasil PKG selama setahun x Banyaknya tugas temporer selama setahun = 10,5 + {(10,5 x 2/ 100) x 2 } = 10,5 + 0,42 = 10, 92

Mulai oktober 2013 guru yang hendak naik pangkat,wajib memiliki angka kredit yang diperoleh dari publikasi ilmia dan karya inovatif.
Kewajiban ini  harus dilaksanakan bagi guru yang hendak naik pangkat mulai dari golongan IIIb ke III c dan diatasnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PERHITUNGAN ANGKA KREDIT GURU MATA PELAJARAN, GURU KELAS DAN GURU BIMBINGAN"

Posting Komentar

Jika Bermanfaat Silahkan Share di Facebook Maupun GPlus. Berikan Saran, Pendapat, Kritik Ataupun Pertanyaan di Web ini Lewat Komentar Facebook atau Google

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

-->