Peraturan Ketentuan Umum NUPTK Tahun 2018

https://www.gurusmp.co.id/2018/03/peraturan-ketentuan-umum-nuptk-tahun.html
Selamat datang di www.gurusmp.co.id,--- Nomor  Unik  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan  yang selanjutnya  disebut  NUPTK  adalah  kode  referensi  yang berbentuk  nomor  unik  bagi  pendidik  dan  tenaga kependidikan sebagai identitas dalam menjalankan tugas pada  Satuan  Pendidikan  di  bawah  binaan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Penerbitan  NUPTK  adalah  proses  pemberian  NUPTK kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan ini.

Penonaktifan  NUPTK  adalah  proses  pemberhentian pemakaian  NUPTK  oleh  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan sesuai dengan peraturan ini.

Reaktivasi  NUPTK  adalah  proses  mengaktifkan  atau menghidupkan  kembali  NUPTK  yang  sebelumnya  sudah berstatus  nonaktif  oleh  Pendidik  dan  Tenaga
Kependidikan sesuai dengan peraturan ini.

Pendidik  adalah  guru  dan  pendidik  lainnya  pada  Satuan Pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tenaga  Kependidikan  adalah  anggota  masyarakat  yang mengabdikan  diri  dan  diangkat  untuk  menunjang penyelenggaraan pendidikan.

Dinas  Pendidikan  adalah  unsur  pelaksana  urusan pemerintahan daerah bidang pendidikan.

Satuan  Pendidikan  adalah  kelompok  layanan  pendidikan yang  menyelenggarakan  pendidikan  pada  jalur  formal, nonformal,  dan  informal  pada  setiap  jenjang  dan  jenis pendidikan.

Pusat  Data  dan  Statistik  Pendidikan  dan  Kebudayaan, yang  selanjutnya  disebut  PDSPK  adalah  unsur pendukung  tugas  Kementerian  Pendidikan  dan
Kebudayaan  dibidang  data  dan  statistik  pendidikan  dan kebudayaan.

Pengelolaan NUPTK bertujuan untuk: 
Meningkatkan  tata  kelola  data  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan;

Memberikan identitas resmi  kepada  Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan

Memetakan  kondisi  riil  data  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan

Pengelolaan NUPTK dilakukan dengan prinsip:
a.    Keadilan;
b.    Kepastian;
c.    Transparan;
d.    Akuntabel;
e.    Efektif; dan
f.      Efisien.

Pengelolaan  NUPTK  dilakukan  melalui  sistem  aplikasi  dalam jaringan.(2) Pengelolaan NUPTK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.    Penerbitan NUPTK;
b.    Penonaktifan NUPTK; dan
c.    Reaktivasi NUPTK.

Penerbitan  NUPTK  dilakukan  oleh  PDSPK  dengan tahapan:
a.    Penetapan calon penerima NUPTK; dan
b.    Penetapan penerima NUPTK.

Penetapan  calon  penerima  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  huruf  a  dilakukan  apabila Pendidik dan Tenaga Kependidikan:
a.    sudah  terdata  dalam  pangkalan  data dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id  atau  dapo.pauddikmas.kemdikbud.go.id.
b.    belum memiliki NUPTK; dan
c.    telah  bertugas  pada  Satuan  Pendidikan  yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional.

Penetapan  calon  penerima  NUPTK  dilakukan  dalam jaringan  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id  pada  tingkat  Satuan Pendidikan.

Penetapan penerima NUPTK sebagaimana dimaksud pada ayat  (1)  huruf  b  dilakukan  berdasarkan  permohonan Penerbitan  NUPTK  dari  Pendidik  atau  Tenaga
Kependidikan  yang  sudah  ditetapkan  sebagai  calon penerima NUPTK.

Permohonan  Penerbitan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud pada  ayat  (4)  dilakukan  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id  dengan melampirkan syarat sebagai berikut:
a.    Kartu Tanda Penduduk (KTP);
b.    ijazah  dari  pendidikan  dasar  sampai  dengan pendidikan terakhir;
c.    bukti  memiliki  kualifikasi  akademik  paling  rendah diploma   IV  (D-IV)  atau  strata  1  (S-1)  bagi  Pendidik dan  Tenaga  Kependidikan  pada  Satuan  Pendidikan Formal;
d.    bagi  yang  berstatus  sebagai  Calon  Pegawai  Negeri Sipil  (CPNS)  atau  Pegawai  Negeri  Sipil  (PNS) melampirkan:
1)    Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS; dan
2)    SK penugasan dari Dinas Pendidikan;
e.    Surat  keputusan  pengangkatan  dari  kepala  Dinas Pendidikan  bagi  yang  berstatus  bukan  PNS  yang bertugas  pada  Satuan  Pendidikan  yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah; dan
f.      Telah  bertugas  paling  sedikit  2  (dua)  tahun  secara terus menerus  bagi yang berstatus bukan PNS pada Satuan  Pendidikan  yang  diselenggarakan  oleh masyarakat  yang  dibuktikan  melalui  surat keputusan  pengangkatan  dari  ketua  yayasan  atau badan hukum lainnya.

PDSPK  menerbitkan  NUPTK  setelah  syarat  permohonan Penerbitan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (5 )diverifikasi  dan  divalidasi  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.    Kepala Satuan Pendidikan;
b.    Kepala  Dinas Pendidikan  atau Atase Pendidikan  dan Kebudayaan (Atdikbud) sesuai kewenangan; dan
c.    Kepala  Lembaga  Penjaminan  Mutu  Pendidikan (LPMP),  Balai  Pengembangan  Pendidikan  Anak  Usia Dini  dan  Pendidikan  Masyarakat  (BP-PAUD  dan Dikmas),  atau  Biro  Perencanaan  dan  Kerja  Sama Luar Negeri (BPKLN) sesuai kewenangan.

PDSPK  menetapkan  penerima  NUPTK  dan menginformasikan  melalui  laman
gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Penerbitan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  5 dikecualikan  bagi  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan  yang mengikuti  program  khusus  dari  Kementerian  Pendidikan  dan Kebudayaan.

Penonaktifan NUPTK dilakukan oleh PDSPK. (2) 
Penonaktifan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (1) dilakukan karena:
a.    Permohonan dari pemilik NUPTK; dan/atau
b.    Tidak  terdata  sebagai  pendidik  atau  tenaga kependidikan;

Penonaktifan  NUPTK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2) huruf a dilakukan dengan syarat sebagai berikut:
a.    Pemohon  mengajukan  surat  pernyataan menonaktifkan  NUPTK  bermaterai  dalam  bentuk cetak  dan  salinan  digital  kepada  kepala  Satuan Pendidikan;
b.    NUPTK  yang  diusulkan  harus  atas  nama  sendiri bukan atas nama orang lain;
c.    Surat  persetujuan  kepala  Satuan  Pendidikan  dalam bentuk salinan digital; dan
d.    Surat  persetujuan  dari  kepala  Dinas  Pendidikan setempat dalam bentuk salinan digital.

PDSPK  menonaktifkan  NUPTK  setelah  verifikasi  dan divalidasi  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.    Kepala Satuan Pendidikan;
b.    Kepala  Dinas  Pendidikan  atau  Atdikbud  sesuai kewenangan; dan
c.    Kepala  LPMP,  BP-PAUD  dan  Dikmas,  BPKLN  sesuai kewenangan.

Penonaktifan  NUPTK  dilakukan  melalui  sistem  aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id.

PDSPK  menginformasikan  NUPTK  yang  sudah  nonaktif melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

PDSPK dapat melakukan Reaktivasi NUPTK.

Reaktivasi  NUPTK  sebagaimana dimaksud  dalam ayat (1) dilakukan  berdasarkan  permohonan  dari  Pendidik  dan Tenaga Kependidikan.
Permohonan  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  dilakukan  dengan syarat:
a.    Data  pemohon  sudah  ada  dalam  data  pokok pendidikan;
b.    NUPTK  harus  atas  nama  pemohon,  bukan  atas nama orang lain;
c.    Mengajukan  surat  pernyataan  mengaktifkan  NUPTK dengan  bermaterai  dalam  bentuk  cetak  dan  salinan digital kepada kepala Satuan Pendidikan;
d.    Surat  persetujuan  kepala  Satuan  Pendidikan  dalam bentuk cetak; dan
e.    Surat  persetujuan  dari  kepala  Dinas  Pendidikan dalam bentuk salinan digital.

Syarat permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)huruf  c,  huruf  d,  dan  huruf  e  diunggah  melalui  system aplikasi vervalptk.data.kemdikbud.go.id.

NUPTK  direaktivasi  setelah  persyaratan  permohonan sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (3)  diverifikasi  dan divalidasi  melalui  sistem  aplikasi
vervalptk.data.kemdikbud.go.id oleh:
a.    Kepala Satuan Pendidikan;
b.    Kepala  Dinas  Pendidikan  atau  Atdikbud  sesuai kewenangan; dan
c.    Kepala  LPMP,  BP-PAUD  dan  Dikmas,  atau  BPKLN sesuai kewenangan.

NUPTK  yang  sudah  direaktivasi  diinformasikan  melalui laman gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status.

Setiap  tahapan  Pengelolaan  NUPTK  dilakukan  tanpa pungutan biaya.

Pengelolaan  NUPTK  dilakukan  oleh  PDSPK  berdasarkan mekanisme  Pengelolaan  NUPTK  sebagaimana  tercantum  pada Lampiran  yang  merupakan  bagian  tidak  terpisahkan  dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini.

Demikian yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat guru yang belum mendapatkan NUPTK.

Jika bermanfaat silakan share di FB, GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google

0 komentar