INILAH PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2018

https://www.gurusmp.co.id/2018/04/inilah-petunjuk-teknis-pelaksanaan.html

Penanggulangan  kemiskinan  merupakan  salah  satu  program  prioritas Pemerintah  dalam  upaya mewujudkan kesejahteraan  umum dan  keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh  karena  itu,  untuk  mempercepat  penanggulangan  kemiskinan, Pemerintah  menetapkan  program  perlindungan  sosial  agar  warga mayarakat  yang  mengalami  masalah  sosial  tetap  terpenuhi  hak-hak dasarnya sebagai warga negara dan mendapatkan layanan dan akses dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Salah  satu  hak  dasar  warga  negara  adalah  mendapatkan  layanan pendidikan yang  terjangkau  dan  bermutu. Diharapkan  dengan  bekal  akses pendidikan  yang  bermutu,  peserta  didik  dapat  tumbuh  dan  berkembang menjadi  generasi  yang  unggul,  hebat,  dan  bermartabat.  Bagi  siswa  yang berasal  dari  latar  belakang  ekonomi  yang  kurang  beruntung,  akses pendidikan yang  baik  juga diharapkan  dapat  menjadi instrument  pemutus matarantai  kemiskinan  dan  keterbelakangan. Dalam  konteks  ini, Pemerintah  menetapkan  kebijakan  afirmatif  berupa  Program  Indonesia Pintar (PIP) dalam upaya meningkatkan akses pendidikan khususnya siswa yang  berasal  dari  keluarga  kurang  mampu secara  ekonomi. Disamping  itu PIP bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah,  meningkatkan  angka  keberlanjutan  pendidikan  yang  ditandai dengan  menurunnya  angka  putus  sekolah  dan  angka  melanjutkan, menurunnya kesenjangan partisipasi pendikan antar kelompok masyarakat, terutama  antara  penduduk  kaya  dan penduduk  miskin,  antara  penduduk laki-laki  dan  penduduk  perempuan,  antara  wilayah  perkotaan  dan perdesaan  dan  antar  daerah  dan meningkatkan  kesiapan  siswa  pendidikan menengah  untuk  memasuki  pasar  kerja  atau  melanjutkan  ke  jenjang pendidikan tinggi.

Program  Indonesia  Pintar  ditandai  dengan  pemberian  Kartu  Indonesia Pintar  (KIP)  kepada anak  usia  sekolah  dari  keluarga  kurang  mampu sesuai dengan  kriteria  yang  telah  ditetapkan  dan  berdasarkan  hasil  dari pemadanan elektronik siswa madrasah sebagaimana terdaftar dalam system EMIS yang  dikelola  Kementerian  Agama dengan  anak/siswa sebagaimana terdaftar dalam  Data  Terpadu  Program  Penanganan  Fakir  Miskin  yang dikelola  oleh  Kementerian  Sosial  bersama  dengan  Sekretariat  Tim  Nasional Percepatan  Penanggulangan  Kemiskinan  (TNP2K)  dan  Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Merujuk  pada  Surat  Keputusan  Menteri  Sosial  Republik  Indonesia  Nomor 32/HUK/2016 pada 1 April 2016, Menteri Sosial menetapkan Data Terpadu Program  Penanganan  Fakir  Miskin.  Penyiapan  Data  Anak/Siswa Penerima Program  Indonesia  Pintar  dan  pengelolaan  Data  Terpadu  Program Penanganan  Fakir  Miskin  dilakukan  oleh  Kementerian  Sosial  bersama dengan  Sekretariat  Tim  Nasional  Percepatan  Penanggulangan  Kemiskinan (TNP2K)  dan  Kementerian  Koordinator  Pembangunan  Manusia  dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Selanjutnya  anak–anak  usia  sekolah  dari  rumah  tangga/keluarga  kurang mampu  yang  teridentifkasi  berhak  mendapatkan  Kartu  Indonesia  Pintar (KIP)  akan  mendapatkan  pemberitahuan  dari  madrasah,  agar  membawa Kartu  Indonesia  Pintar  (KIP)  yang  mereka  terima  sebelumnya  untuk ditukarkan  dengan  KIP  berbentuk  ATM  ke  Bank  Penyalur  yang  ditunjuk. Siswa/Anak  usia  sekolah  yang  terdaftar di  dalam  sistem  EMIS  dan  telah teridentifikasi  berada  di  dalam  Data  Terpadu  Program  Penanganan  Fakir Miskin juga akan mendapatkan pemberitahuan dari madrasah, bahwa akan mendapatkan  KIP  berbentuk  ATM  serta  manfaat  Program  Indonesia  Pintar ke Bank Penyalur yang telah ditunjuk.

Penyaluran  manfaat  Program  Indonesia  Pintar  dilaksanakan  dua  kali  di dalam satu tahun anggaran, yaitu periode Januari-Juni Tahun 2018 untuk semester  II  Tahun  Pelajaran  2017/2018 yang  dapat  dicairkan  mulai  bulan Januari,  dan periode  Juli–Desember  Tahun  2018 untuk semester  I  Tahun Pelajaran  2018/2019 yang  dapat  dicairkan  mulai  bulan  Juli.  Dengan penyaluran  manfaat  Program  Indonesia  Pintar  dua  kali  dalam  setahun diharapkan  dapat  membantu  mengurangi  kemungkinan  siswa  tidak  dapat melanjutkan  sekolah (drop-out) karena  ketidaktersediaan  biaya.  Di samping itu, juga  untuk  memastikan  agar  siswa  dari  keluarga  miskin  dan  rentan kemiskinan  yang  berada  pada  periode  transisi  (antar  jenjang  kelas  dan jenjang pendidikan seperti dari MI ke MTs atau dari MTs ke MA) dapat terus melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Petunjuk  Teknis Pelaksanaan Program  Indonesia  Pintar  Untuk Siswa  Madrasah  Tahun  Anggaran  2018  dimaksudkan  sebagai panduan bagi para pihak baik di pusat dan daerah yang terlibat dalam  pelaksanaan  Program  Indonesia  Pintar untuk melaksanakan  tugas  dan  tanggungjawabnya  secara  benar  dan terarah.

UNDUH PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR UNTUK SISWA MADRASAH TAHUN ANGGARAN 2018 [ DISINI ]

0 komentar