PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI, TUNJANGAN KHUSUS, DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH TAHUN 2018

Sahabat guru se-nusantara, salam jumpa dan selamat datang di WWW.GURUSMP.CO.ID yang selalu memberikan informasi pendidikan bagi sahabat-sahabat yang selalu dan senantiasi mencari informasi terkait pekerjaan dan tugas sahabat di tempat masing-masih.
https://www.gurusmp.co.id/2018/04/penyaluran-tunjangan-profesi-tunjangan.html
gambar bersumber dari google
Di kesempatan kali ini, admin memberikan pemahaman lengkap kepada sahabat-sahabat guru se-nusantara terkait PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI, TUNJANGAN KHUSUS, DAN TAMBAHAN PENGHASILAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH yang bermuara dari PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 10 TAHUN 2018.

Simak selengkapnya informasi di bawah ini:

Tujuan Penyaluran Tunjangan Khusus Yaitu:
1.     Memberi penghargaan kepada Guru  PNSD di Daerah Khusus  sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di Daerah Khusus.
2.    Mengangkat  martabat  Guru  PNSD,  meningkatkan  kompetensi  Guru PNSD,  memajukan  profesi  Guru  PNSD,  meningkatkan  mutu pembelajaran,  dan  meningkatkan  pelayanan  pendidikan  yang bermutu di Daerah Khusus.

Kriteria penerima Tunjangan Khusus Sebagai Berikut:
1.    Guru  PNSD  yang  bertugas  pada  satuan  pendidikan  di  Daerah Khusus  yang  daerahnya  ditetapkan  oleh  Menteri  dan/atau  surat rekomendasi  dari  Menteri  yang  menangani  bidang  desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi dengan kriteria:
a.    Jumlah  penerima  Tunjangan  Khusus  pada  satuan  pendidikan tidak  melebihi  kebutuhan  guru  ideal  pada  satuan  pendidikan tersebut.
b.    Daerah  Khusus  merupakan  desa  sangat  tertinggal  berdasarkan kriteria  yang ditetapkan  oleh  Kementerian  Desa,  Pembangunan Daerah  Tertinggal,  dan  Transmigrasi  dan/atau  surat rekomendasi  dari  Menteri  yang  menangani  bidang  desa, pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi.
c.    Guru  PNSD  yang  menerima  Tunjangan  Khusus  juga  dapat ditentukan berdasarkan:
1)    kepentingan nasional;
2)    program prioritas Pemerintah Pusat; dan/atau
3)    ketersediaan  anggaran  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan.
d.    Guru  PNSD  yang  berdasarkan  kepentingan  nasional  dan merupakan  Guru  Garis  Depan  (GGD),  dapat  menerima Tunjangan Khusus pada tahun berjalan terhitung sejak bertugas di lokasi penempatan pada tahun berkenaan dan sampai dengan akhir  tahun  pada  tahun  berikutnya,  dan/atau  sesuai  dengan ketersediaan  Anggaran  Pendapatan  Belanja  Negara  (APBN). Selanjutnya,  GGD  tersebut  tetap  menerima  Tunjangan  Khusus pada  tahun  ketiga  dan  seterusnya  apabila  yang  bersangkutan bertugas pada Daerah Khusus.
2.    Memiliki  Nomor  Unik  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan  (NUPTK); dan
3.    Memiliki SK penugasan mengajar di satuan pendidikan pada Daerah Khusus  yang  dikeluarkan  oleh  kepala  dinas  pendidikan  sesuai dengan kewenangannya.

Mekanisme Penyaluran Tunjangan
1.    Sumber Data
Data  yang  digunakan  merupakan  Dapodik  yang  bersumber  dari sekolah  yang kebenarannya  dijamin  oleh  kepala  satuan  pendidikan berdasarkan surat pertanggungjawaban mutlak.
2.    Penarikan Data
Ditjen GTK melakukan penarikan data dari Dapodik pada bulan Maret setiap  tahun  berkenaan.  Kemudian  melakukan  verifikasi  kelayakan calon penerima Tunjangan Khusus.
3.    Pengusulan Calon Penerima
Pengusulan  calon  penerima  Tunjangan  Khusus  dilakukan  melalui mekanisme sebagai berikut
a.    Dinas  pendidikan  sesuai  dengan  kewenangannya  mengusulkan calon  penerima  Tunjangan  Khusus  secara  daring  (online)  melalui Sistem  Informasi  Manajemen  Pembayaran  Tunjangan  (SIM-Bar) mulai per tanggal 1 Maret tahun berkenaan.
b.    Dinas  pendidikan  sesuai  dengan  kewenangannya  dapat  menolak pemberian  Tunjangan  Khusus  melalui  surat  tertulis  yang ditandatangani  oleh  gubernur/bupati/walikota  sesuai  dengan kewenangannya  kepada  Menteri  u.p  Direktur  Jenderal  Guru  dan Tenaga Kependidikan paling lambat diterima  30 April pada tahun berkenaan.
4.    Pergantian Penerima Tunjangan Khusus Guru  PNSD  yang  telah  pernah  menerima  Tunjangan  Khusus  dapat diganti  dengan  Guru  PNSD  lain  yang  belum  atau  tidak  menerima Tunjangan  Khusus,  apabila  Guru  PNSD  yang  telah  pernah  menerima Tunjangan  Khusus  tersebut  tidak  lagi  memenuhi  persyaratan  sebagai penerima  Tunjangan  Khusus  dan  Guru  PNSD  calon  pengganti memenuhi syarat sebagai penerima Tunjangan Khusus. Penggantian  penerima  Tunjangan  Khusus  dilakukan  mengusulkan Guru  PNSD  pengganti  melalui  mekanisme  sebagaimana  dimaksud pada angka 3 dan Guru PNSD pengganti yang bersangkutan menerima pemberian  Tunjangan Khusus  terhitung bulan  berikutnya pada tahun berkenaan.
5.    Aplikasi Kehadiran Guru dan Tenaga Kependidikan (Hadir GTK)
a.    Aplikasi  Hadir  GTK  merupakan  aplikasi  yang  dirancang  untuk mempercepat proses pembayaran Tunjangan Khusus.
b.    Pencatatan kehadiran Guru PNSD dilakukan secara daring (online) melalui  aplikasi  Hadir  GTK  yang  terdapat  pada  website http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
c.    Tata  cara  penggunaan  aplikasi  Hadir  GTK  diatur  dalam  pedoman penggunaan  aplikasi  Hadir  GTK  yang  dapat  diunduh  di  laman http://hadir.gtk.kemdikbud.go.id.
d.    Aplikasi Hadir GTK efektif berlaku pada tahun ajaran 2018-2019.
e.    Dinas  pendidikan  sesuai  dengan  kewenangannya  dapat mengunduh  hasil  rekapitulasi  kehadiran  GTK  melalui  aplikasi Hadir GTK.
6.    Penerbitan Surat Keputusan Penerima Tunjangan Khusus (SKTK) SKTK  diterbitkan oleh  Ditjen  GTK  sebanyak  2 (dua) tahap dalam satu tahun.  Tahap  1  (satu)  berlaku  pada  semester  satu  terhitung  mulai bulan  Januari  sampai  dengan  Juni  pada  tahun  berkenaan  (6  bulan). Tahap  2  (dua)  berlaku  pada  semester  dua  terhitung  mulai  bulan  Juli sampai dengan Desember pada tahun berkenaan (6 bulan).  SKTK  yang  diterbitkan  oleh  Ditjen  GTK  dapat  diunduh  oleh  dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya melalui aplikasi SIM-Tun
7.    Pembayaran Tunjangan Khusus
Pemerintah  daerah  provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan kewenangannya  membayar  Tunjangan  Khusus.  Setelah  terbit  SKTK, Pemerintah  Daerah  provinsi/kabupaten/kota  wajib  membayarkan setiap  triwulan  Tunjangan  Khusus,  paling  lama  7  (tujuh)  hari  kerja setelah  diterimanya  dana  Tunjangan  Khusus  di  rekening  kas  umum daerah  (RKUD)  provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah  Daerah  sesuai  dengan  kewenangannya  membayar Tunjangan Khusus langsung ke rekening penerima Tunjangan Khusus setelah melakukan verifikasi dan validasi.
8.    Penghentian Pembayaran Tunjangan Khusus
Pembayaran  Tunjangan  Khusus  dihentikan  apabila  Guru  PNSD penerima Tunjangan Khusus:
a.    Meninggal  dunia,  yang  pembayarannya  dihentikan  pada  bulan berikutnya;
b.    Mencapai batas usia 60 tahun, yang  pembayarannya  dihentikan pada bulan berikutnya;
c.    Tidak  lagi  bertugas  di  Daerah  Khusus  atau  mutasi  ke  jabatan struktural  atau  fungsional  umum,  yang  pembayarannya dihentikan pada bulan berjalan;
d.    Mengundurkan diri sebagai Guru PNSD atas permintaan sendiri, yang pembayarannya dihentikan pada bulan berjalan;
e.    Dinyatakan  bersalah  oleh  pengadilan  dan  telah  memiliki kekuatan  hukum  tetap,  yang  pembayarannya  dihentikan  pada bulan berjalan;
f.      Mendapat  tugas  belajar,  yang  pembayarannya  dihentikan  pada bulan berjalan;
g.    Tidak  melaksanakan  tugas/meninggalkan  tugas  mengajar  tanpa alasan  yang  bisa  dipertanggungjawabkan  paling  banyak  3  (tiga) hari  berturut-turut  atau  kumulatif  5  (lima)  hari  dalam  satu bulan, maka penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan; dan/atau
h.    Tidak  bertugas  lagi  sebagai  Guru  yang  diberi  tugas  sebagai kepala  satuan  pendidikan,  Guru  yang  mendapat  tugas tambahan  atau  Guru  yang  diangkat  sebagai  pengawas  satuan pendidikan  di  daerah  khusus,  maka  penghentian pembayarannya dilakukan pada bulan berkenaan

Proses  Pelaksanaan  Penyaluran  Tunjangan  Khusus  Guru  PNSD sebagaimana bagan berikut:
Perpajakan
Tunjangan  Khusus  dikenakan  pajak  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan

Unduh Petunjuk  Teknis  Penyaluran  Tunjangan Profesi,  Tunjangan  Khusus,  Dan  Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Pada Link Di Bawah Ini:
                                             https://drive.google.com/open?id=1zJt9jLA_TaOtWPy3SVpG4ZXbkzrgJ24n
q

0 komentar