Strategi Literasi Dalam Pembelajaran Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kompetensi Abad 21 Hots (Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013)

Strategi Literasi Dalam Pembelajaran Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kompetensi Abad 21 Hots (Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013). Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi  pekerti  mulia.
https://www.gurusmp.co.id/2019/01/strategi-literasi-dalam-pembelajaran-di.html
Strategi Literasi Dalam Pembelajaran Di SekolahMenengah Pertama Kompetensi Abad 21 Hots (Materi Penyegaran InstrukturKurikulum 2013)
 Literasi  pada  awalnya  dimaknai  'keberaksaraan'  dan  selanjutnya  dimaknai 'melek'  atau  'keterpahaman'.  Pada  langkah  awal,  “melek  baca  dan  tulis"  ditekankan  karena kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan melek dalam berbagai hal.

Pemahaman  literasi  pada  akhirnya  tidak  hanya  merambah  pada  masalah  baca  tulis  saja. Agar mampu  bertahan  di  abad  XXI,  masyarakat  harus  menguasai  enam  literasi  dasar,  yaitu literasi baca-tulis, matematika, sains, teknologi informasi dan komunikasi, keuangan, serta kebudayaan dan  kewarganegaraan. 

Tiga  literasi  lainnya  yang  perlu  dikuasai  adalah  literasi  kesehatan, keselamatan (jalan,  mitigasi  bencana),  dan  kriminal  (bagi siswa SD  disebut  “sekolah  aman”)
(Wiedarti, Mei  2016).  Literasi gesture pun  perlu  dipelajari  untuk  mendukung  keterpahaman makna  teks  dan  konteks  dalam  masyarakat  multikultural  dan  konteks  khusus  para  difabel. Semua ini merambah pada pemahaman multiliterasi.

Menurut Abidin (2015), multiliterasi dimaknai sebagai keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide  dan  informasi  dengan  menggunakan  bentuk-bentuk teks  konvensional  maupun  bentuk-bentuk  teks  inovatif,  simbol,  dan  multimedia. 

Beragam  teks yang  digunakan  dalam  satu  konteks  ini  disebut teks multimoda  (multimodal text). Adapun pembelajaran  yang  bersifat  multiliterasi--menggunakan  strategi  literasi  dalam  pembelajaran dengan  memadukan  karakter  dan  keterampilan  abad  ke-21  (keterampilan  berpikir  tingkat tinggi)--diharapkan dapat menjadi bekal kecakapan hidup sepanjang hayat.

Materi  ini  menjadi  acuan  bagi  Sekolah  Menengah  Pertama  dalam  pelaksanaan
pembelajaran. Materi ini  akan  disempurnakan  dari  tahun  ke  tahun  dengan  memperhatikan masukan-masukan  dari  berbagai  pihak,  perubahan  peraturan-peraturan  terkait,  dan pengalaman empiris pelaksanaan literasi di sekolah.

Agar pembelajaran literasi  di  Sekolah  Menengah  Pertama  dapat  terealisasi  dan  mencapai hasil  seperti  yang  diharapkan,  semua  pihak  terkait  hendaknya  berperan  aktif  dan  memberikan kontribusi  yang  berarti  sesuai  tugas  pokok  dan  peran  masing-masing. 

Sekolah  diharapkan segera mencermati materi, merancang, dan melaksanakan strategi literasi dalam pembelajaran sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing sekolah.

Belum ada Komentar untuk "Strategi Literasi Dalam Pembelajaran Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kompetensi Abad 21 Hots (Materi Penyegaran Instruktur Kurikulum 2013)"

Posting Komentar

Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel