Buku Panduan Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan 2015-2019

Buku Panduan Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan 2015-2019. Kemerdekaan memberikan janji kepada seluruh anak bangsa lintas generasi, seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945: “Kemudian  daripada  itu  untuk  membentuk  suatu  pemerintah  negara  Indonesia  yang melindungi  segenap  bangsa  Indonesia  dan  seluruh  tumpah  darah  Indonesia  dan  untuk memajukan  kesejahteraan  umum,  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  dan  ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.
Tema  pembangunan  pendidikan  jangka  panjang mengacu  pada Undang-Undang
Nomor  17  Tahun  2007  tentang  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005—2025. Penyelarasan tema dan fokus pembangunan pendidikan tiap tahap kemudian dirumuskan dalam Rencana Pembang unan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005—2025. Dalam perencanaan jangka menengah, masih dimungkinkan adanya penyesuaian atau perbaikan tema sesuai dengan kondisi terkini melalui  Rencana  Pembangunan  Jangka  Menengah Nasional (RPJMN)  tiap periode pemerintahan,  serta  Rencana  St rategis  Kementerian  yang  ditugaskan. 

Tema-tema pembangunan  pendidikan  tiap  tahap  menurut  Rencana  Pembangunan  Pendidikan Nasional  Jangka  Panjang  (RPPNJP)  2005—2025 yang  diselaraskan  dengan  tema pembangunan  dalam  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang  Nasional  (RPJPN), ditunjukkan pada Gambar 1.1.


Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019 disusun berdasarkan beberapa  paradigma.  Sebagian  paradigma  bersifat  universal,  dikenal  dan dipakai berbagai  bangsa.  Sebagian  lagi  lebih  bersifat nasional,  sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Perincian paradigma itu adalah sebagai berikut.

1.    Pendidikan untuk Semua

"Setiap  orang  berhak  mengembangkan  diri  melalui  pemenuhan  kebutuhan dasarnya,  berhak  mendapat  pendidikan  dan  memperoleh  manfaat  dari  ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia" adalah amanat konstitusi. Pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang dengan tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Pemerintah  harus  menjamin  keberpihakan  kepada  peserta  didik  yang  memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial, ataupun geografis.

2.    Pendidikan Sepanjang Hayat

Pendidikan  merupakan  proses  yang  berlangsung  seumur  hidup,  yaitu  sejak  lahir hingga akhir hayat. Pendidikan harus diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan  fleksibilitas  pilihan  dan  waktu  penyelesaian  program secara lintas satuan dan jalur pendidikan.

3.    Pendidikan sebagai Suatu Gerakan

Pemerintah  memang  bertanggung  jawab  menyelenggarakan pendidikan  yang sebaik-baiknya  bagi  semua  warga  negara.  Namun,  semua  pihak  dapat  memberi kontribusi  dalam  penyelenggaraan  pendidikan  agar  hasilnya  optimal. Penyelenggaraan  pendidikan  harus  disikapi  sebagai  suatu  gerakan,  yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.

4.    Pendidikan Menghasilkan Pembelajar

Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta  didik  menjadi  subjek  pembelajar  mandiri  yang  bertanggung  jawab,  kreatif dan  inovatif.  Pendidikan  diupayakan  menghasilkan  insan  yang  suka  belajar  dan memiliki  kemampuan  belajar  yang  tinggi.  Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan merespons tantangan baru dengan baik.

5.    Pendidikan Membentuk Karakter

Pendidikan  berorientasi  pada  pembudayaan,  pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian. Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup.

6.    Sekolah yang Menyenangkan

Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan  lingkungannya.  Sekolah  harus  menjadi  tempat  yang  menyenangkan  bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa.

7.    Pendidikan Membangun Kebudayaan

Pendidikan  memiliki hubungan  yang  amat  erat  dengan  kebudayaan.  Sebagian  dari paradigma  yang disebut  di  atas  mengandung  aspek  kebudayaan  atau  proses budaya.  Pendidikan  pada  dasarnya juga  merupakan proses  membangun kebudayaan  atau  membentuk  peradaban.  Pada  sisi  lain,  pelestarian  dan pengelolaan  kebudayaan  adalah  untuk  menegaskan  jati  diri  dan  karakter  bangsa Indonesia.

Konten Terkait

Belum ada Komentar untuk "Buku Panduan Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan 2015-2019"

Posting Komentar

Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel