Surat Kabar Guru Belajar, Melibatkan Orangtua di Sekolah

Surat Kabar Guru Belajar, Melibatkan Orangtua di Sekolah. Kesadaran akan pentingnya peran orangtua (dan keluarga - karena struktur pengasuhan dan perwalian bisa beragam), merupakan hal esensial dari profil guru, juga budaya sekolah. Dalam situasi ideal, pernyataan visi dan misi sekolah, keseluruhan program kurikulum, bukan hanya berkait murid, tapi juga orangtuanya. Tanggung jawab dan peran semua pelaku pendidikan di sekolah, mencakup seluruh anak dan orangtua.
Sebaliknya, tanggung jawab dan peran semua orangtua, juga tidak terbatas pada anak masing-masing saja, tetapi termasuk pengasuhan pada semua dan setiap anak dalam komunitas. Tantangan utama yang seringkali dihadapi dalam pelaksanaan, adalah isu kapasitas.Tidak semua guru merasa kolaborasi adalah bagian dari pencapaian cita-cita profesi. Padahal, kolaborasi dengan orangtua, dalam bentuk relasi yang sehat dan komunikasi yang efektif, seharusnya menjadi tujuan harian kita.

Rasa saling percaya dan komitmen pada kebutuhan anak seringkali dimiliki di awal tahun ajaran. Namun, seiring dengan waktu, beberapa tindakan yang tidak profesional, justru menjadi hambatan. Sebagian guru dan orangtua sering mengeluhkan sulitnya menyisihkan waktu untuk pertemuan, tantangan dalam menjaga kerahasiaan informasi agar tidak menjadi gunjingan, sampai adanya pemberian hadiah yang menimbulkan efek kecemburuan dan kecurigaan di lingkungan.


Banyak contoh buruk diatas adalah bentuk “kolaborasi” yang seolah-olah sudah membudaya di sekolah-sekolah kita. Mengubah kebiasaan tersebut dengan menekankan kolaborasi yang professional tidak akan sesederhana membalik telapak tangan. Tetapi, cukup banyak lembaga yang sudah membuktikan, bahwa komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama teladan dari pimpinan sekolah, akan sangat memudahkan.

Tantangan lain berkaitan dengan kapasitas adalah kemampuan guru untuk memberdayakan konteks dalam belajar-mengajar. Rumah, jelas konteks yang sangat relevan untuk kehidupan anak. Kemampuan mentransfer apa yang dipelajari di sekolah ke lingkungan rumah jelas merupakan salah satu indikator keberhasilan utama kita dalam pendidikan. Namun, praktik dalam perencanaan, pengajaran dan penilaian, jarang mempertimbangkan pelibatan orangtua. Bentuk paling sederhana dari praktik ini adalah pekerjaan rumah.

Pemanfaatan pekerjaan rumah untuk memberi kesempatan murid mengaplikasikan pemahaman pada konteks yang relevan, bukan hanya membutuhkan visi-misi atau kurikulum tertulis, atau guru yang menyadari pentingnya kolaborasi. Pekerjaan rumah yang mendorong pelibatan orangtua, butuh kejelasan dan penjelasan tujuan, kualitas tugas yang menyenangkan, kuantitas yang seimbang, koordinasi antarguru mata pelajaran.

Hal yang sama tentunya juga dibutuhkan untuk praktik kegiatan lain yang ada di kalendar tahunan - misalnya pentas seni, pengambilan rapor atau karyawisata. Pelibatan orangtua, semestinya bisa muncul dalam semua tahapan - menyumbang saran dalam perencanaan, menjadi narasumber saat pelaksanaan, memastikan penerapan pemahaman anak dalam berbagai situasi penilaian.

0 Response to "Surat Kabar Guru Belajar, Melibatkan Orangtua di Sekolah"

Post a Comment

Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel